Pertemuan

Pertemuan malam ini tak kulupakan/ Pertemuan kali ini membawa kesan/ Walau sejenak bertemu/ Hanya sekilas memandang/ Cukup memberi kenangan indah dan kudus/Bilakah kita kan jumpa seperti ini/Memandang wajahmu lagi sepuas hati/Aku enggan untuk pulang /Walau waktu tlah menjelang/Kuingin hidup Sribu tahun lagi. Continue reading

Advertisements

Badai Bulan Desember

gambar diunduh di sini

Tanggal 3 Desember 2009 lalu, dunia musik tanah air kehilangan Rocker era tahun 70-an, Ucok Harahap yang meninggal pada usia 66 tahun. Ucok adalah vokalis band AKA. Asal tahu, AKA itu berasal dari Apotik Kaliasin, sebuah apotik milik ayah Ucok yang berlokasi di Jalan Kaliasin Surabaya dan dari keuntungan usaha inilah Ucok mulai bermusik. AKA terdiri dari Arthur Kaunang, Sunata Tanjung, Syech Abidin dan Ucok Harahap.

Continue reading

Vina si Burung Camar

vina burung camar

Kemarin, dalam acara penutupan Rakor penyusunan Business Plan 2010 diisi dengan acara nyanyi-nyanyi bersama dengan teman-teman kantor. Pak Bos punya ketentuan, kalau lagu yang dinyanyikan harus lagu nostalgia. Katanya biar saya punya bahan untuk posting (ha..ha.. memang terlalu lama blog ini tidak ter-up date). Lagu yang paling laris dinyanyikan adalah lagunya Broery Marantika. Sedangkan Pak Bos sendiri memilih lagu Vina Panduwinata yang berjudul “Biru”. Saya mengenal lagu Vina tersebut, karena memang punya 2 (dua) keping CD The Very Best of Vina Panduwinata yang sering saya putar di sela-sela menyelesaikan tugas kantor atau perkuliahan. Continue reading

Awas, Si Komo Mau Lewat!

sikomo

Gambar diunduh di sini

“Macet lagi.. macet lagi.. gara-gara si Komo lewat…”

Itu penggalan lagu Si Komo karya Kak Seto Mulyadi. Pada tahun 1990-an lalu, anak-anak Indonesia mempunyai acara yang sangat menarik produk asli nusantara : Si Komo, boneka komodo yang lucu. Si Komo adalah sebuah tayangan hiburan TV yang diasuh oleh Kak Seto, berupa sandiwara boneka, yang disiarkan TPI. Dalam ceritanya, Komo ditemani oleh tokoh lain seperti, Belu (bebek lucu), Dompu (domba putih), Piko (sapi …. ), serta Ulil (ulat kecil). Continue reading

Gombloh – Penyanyi Balada

gombloh berita cuacaGombloh yang nama aslinya Soedjarwoto Soemarsono ini pernah jadi idola para pecinta music di tanah air era 70 – 80an lalu.  Gombloh adalah pencipta lagu balada sejati. Kerja samanya dengan Leo Kristi dan Franky Sahilatua di kelompok “Lemon Trees” membuatnya dekat dengan gaya orchestral rock. Kalau istilah sekarang, dalam lagu-lagunya Gombloh menggambarkan kehidupan pro-rakyat kecil, di antaranya Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. Dia juga menulis lagu tentang alam, seprti halnya Ebiet G. Ade atau Iwan Fals. Lagu-lagu cintanya cenderung aneh dan keluar dari pakem asmara semacam lagu Lepen singkatan dari “lelucon pendek”. Di lagu ini ada syair yang terkenal sampai sekarang : kalau cinta sudah melekat, tai kucing rasa coklat. Continue reading