Si Unyil

Gambar diunduh di sini

Di era 80-an, ketika siaran TV dimonopoli oleh TVRI, ketika belum ada yang namanya mall, pada hari Minggu keluarga Indonesia akan duduk manis di depan televisinya masing-masing untuk menonton film boneka Si Unyil. Film boneka produksi PPFN (Perum Produksi Film Negara) sangat disukai oleh berbagai kalangan.

Film Si Unyil akan dibuka dengan adegan Si Unyil dan kawan-kawannya melakukan hompimpa… lalu terdengar ada yang berteriak: Unyil.. kucing…! Kemudian theme song Si Unyil pun diperdengarkan. Nama-nama tokoh satu persatu muncul di layar TV. Hampir semua anak hafal dengan tokoh-tokoh yang ada di Si Unyil. Continue reading

Bioskop di Masa Lalu

gedung film

gambar diambil di sini

Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengenang sebuah hiburan tontonan, yang disebut dengan Bioskop. Kata ayah saya, dulu setiap kota mempunyai gedung bioskop. Seperti di Yogya misalnya ada bioskop Permata Theatre, Senopati Theatre, Widya Theatre, Palace Theatre, Mataram Theatre, Soboharsono Theatre dan lain-lain. Saya belum pernah nonton di bioskop yang saya sebutkan tadi. Masakecildulu, saya sudah menikmati bioskop milik 21. Continue reading

Suzanna, si Ratu Horor

suzana

Jika di suatu malam jumat Anda berjalan di tempat yang sepi, Anda was-was akan bertemu dengan sundel bolong atau kuntilanak, Anda membayangkan mirip wajah siapa si sundel bolong atau kuntilanak itu? Kalau Anda membayangkan wajah Suzanna, mirip dengan apa yang saya banyangkan. Siapa yang tidak kenal dengan Suzanna, bintang film spesial horor di era 80an lalu. Continue reading

Komik-komik Jaman Doeloe

sibutadariguahantumisterdiborobudur_6222Komik karya Ganis Th ini mengisahkan Barda Mandrawata yang terpaksa membutakan matanya untuk dapat menguasai ilmu membedakan suara. Semua ini tujuannya agar dapat mengalahkan Si Mata Malaikat yang telah membunuh ayahnya, pimpinan perguruan Elang Putih, yang bernama Paksi Sakti Indrawatara.

Dendam itu bukan hanya semata-mata untuk kematian ayahnya, namun sekaligus untuk membalas kematian saudara-saudara perguruannya, penduduk desa, bahkan Marni Dewiyanti kekasihnya. Yang semua itu di badatai oleh orang yang sama yang bergelar Si Mata Malaikat.

Ini adalah kisah awal bagaimana kisah lahirnya seorang pendekar buta pilih tanding yang kemudian di kenal dengan julukan Si Buta Dari Goa Hantu Continue reading

Laura..oh…Laura

littlehouse

 gambar diambil dari sini

Masih ingat Laura Ingalls, dalam film seri yang diputar di TVRI dulu? Hari minggu setelah acara Dari Arena dan Juara saatnya diputar film “Little House on the Prairie”. Waktu itu belum ada TV selain TVRI, bisa jadi film ini ditonton oleh sebagian besar pemirsa TV (kalau tidak salah, TPI pernah memutar ulang film ini).

Film seri yang diangkat dari buku karangan Laura Ingalls Wilder ini, selalu mengajarkan arti pentingnya perjuangan. Hidup itu harus berjuang dalam bentuk apa pun. Tantangan selalu ada, tak pernah berhenti. Itu yang paling mengagumkan dari Laura dan saudara-saudaranya. Continue reading