Jamu Gendong

Tukang-jamu-007

Ciri khas jamu gendong adalah perempuan membawa bakul yang di dalamnya berisi botol jamu dengan cara digendong, sementara tangan kiri memegang ember untuk mencuci gelas setelah dipakai untuk minum jamu. Sejak masakecildulu sampai sekarang masih saja bisa ditemui penjual jamu gendong keluar masuk kampung. Bahkan di Jakarta setiap hari para perempuan penjual jamu gendong ini lalu-lalang di tengah keramaian kota atau di proyek-proyek bangunan tinggi.

Jamu gendong mempunyai sejarah yang cukup panjang di Indonesia, sebagai negara yang punya tumbuhan obat terlengkap nomor dua di dunia. Berabad-abad lalu, obat tradisional yang dibuat dari akar, daun, maupun umbi-umbian tumbuhan ini muncul pertama kali dalam tradisi keraton

di Jawa. Selanjutnya jamu juga diajarkan ke masyarakat dan dipasarkan dengan cara dipikul oleh laki-laki dan digendong oleh perempuan. Belakangan, jamu pikulan kalah pamor dibandingkan dengan jamu gendongan.

Seakan-akan menantang zaman, kebanyakan mereka tetap berkain jarit dan berkebaya dalam menjual jamunya. Jumlah mereka tidak sedikit, namun nasib tidak berubah banyak. Sementara di bagian lain kota Jakarta, ada juga bakul jamu kelas pengusaha yang tak perlu lagi lalu lalang di jalanan, tak perlu berkain dan berkebaya. Mereka kini hanya perlu menghitung untung dari tiap bungkus jamu yang dijualnya hingga ke luar negeri. Mengapa nasib Ngatiyem, si penjual jamu gendong sangat jauh berbeda dengan penjual jamu kelas pengusaha?

Anda masih suka mengkonsumsi jamu gendongan?

21 comments on “Jamu Gendong

  1. alamendah says:

    Saya gak suka minum jamu, apalagi obat-obatan kimia.

    Sekedar sharing;
    Penjual jamu gendong yang tetap eksis dengan ciri khas di atas sepertinya tinggal tersisa di daerah perkotaan. Di daerah pedesaan (minimal di daerah saya) para penjual jamu gendong udah gak jalan kaki lagi melainkan menaiki sepeda. Bahkan pakaiannyapun sudah tidak menggunakan jarit.

  2. abrus says:

    jamu gendong..?πŸ˜‰ tak gendong kemana-mana…
    enak dong…mantap dong…ha ha ha ha …
    gak nyambung..?😦

  3. Aditya says:

    Sayang di Bali ngga ada neh… kalau di kampung halaman masih ada seh tapi jarang….

  4. WANDI thok says:

    Jue pengin jamu gindhong nyang paling pait mbak. Opo yo?πŸ™„

  5. perigi tua says:

    jamu gendong dulu pernah ngikut ama ibu tuh, ikut minum jamu gitu, cuma paitnya itu lho..
    hiii…
    cu…

  6. WANDI thok says:

    Tak gindhong, kemanya-manya… tak bingung, kemanya-manya… mbak sudah kubales pertanyaannya. (bingungdotcomnya)πŸ™„πŸ˜€
    Tak BW, kemanya-manyaπŸ˜€

  7. kupatahu28 says:

    Dulu waktu kecil gw jg sering minum jamu, jamu beras kencur klo engga kunyit asem..

  8. nakjaDimande says:

    di Bukittinggi juga banyak mba” yang jualan jamu.. dan selalu pake baju seragamnya yang khas itu..

    tapi bundo masih takut minum jamuπŸ™‚

  9. zenteguh says:

    Saya: “Mbok, mbok jamu dong Kuku Bima. eh kurang, tambahi madu Arab, telurnya 30, ginseng seiket.”
    Mbok Jamu: “Weleh..welehh. Buat sampean?”
    Saya: “Nggak mbok. Ini buat Pak Wandi thok”
    kakakakak….(kabuurrr…)

  10. Acha says:

    setiap pagi … sy meminum jamu gendong… sdh langganan …
    _salam anget_

  11. jamu gendong masih kutemui setiap hari, meski aku tak pernah beli

  12. abrus says:

    dikampungku dulu…gak ada *jamu gendong…

    btw sekar … kok gak komen di …?

    http://abrus.blogdetik.com/2009/07/26/mawar-merok/

  13. Zulhaq says:

    huhuyyy..gw sampe sekarang masih suka minum jamu gendong. hanya saja, levelnya dah meningkat. kalo dl pengennya yang manis2. kalo sekarang sambiloto yang pahitnya sinting mampus!!!

  14. D3pd says:

    Beruntung sekali kemaren saya minum jamu flu dan batuk dari seorang Ibu jamu, ^_^…V

  15. Pakde Cholik says:

    Saya minum jamu gendong hanya 2 jenis yaitu beras kencur dan sinom karena seger. Yang pahit2 nggak doyan sih.
    Sekarang yang jual jamu gendong umumnya dah pake hp, bibirnya berlipstik dan…..baju atasnya agak rendah belahan dadanya. Promosi kaleeee.
    Salam hangat dari pakde di Surabaya.

  16. dulu kalau ibu saya minum jamu gendong, saya ikut2an, hanya minum yg beras kencurnya saja.
    sekarang nggak pernah lagi minum jamu gendong.
    Salam.

  17. Namanya jga jamu ya PAHIT Kalo pngen yang Manis YO sING gENDONG…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s