
gambar diambil di sini
Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengenang sebuah hiburan tontonan, yang disebut dengan Bioskop. Kata ayah saya, dulu setiap kota mempunyai gedung bioskop. Seperti di Yogya misalnya ada bioskop Permata Theatre, Senopati Theatre, Widya Theatre, Palace Theatre, Mataram Theatre, Soboharsono Theatre dan lain-lain. Saya belum pernah nonton di bioskop yang saya sebutkan tadi. Masakecildulu, saya sudah menikmati bioskop milik 21.
Bagaimana bioskop masuk ke Indonesia? Gubernur Jenderal Daendels yang membangun jalan raya pos dari Anyer-Panarukan telah membuat kemajuan di beberapa sektor seperti jalur kereta api, hingga meningkatnya urbanisasi yang memunculkan moralitas baru bagi masyarakatnya. Di masa itu juga beberapa sekolah dibangun dan penerbitan buku dalam bahasa Melayu..
Bioskop pertama hadir di Tanah Abang Jakarta pada Desember 1900. Gedung bioskop ini adalah rumah seorang kaya Belanda yang dilengkapi dengan susunan kursi penonton. Tiket yang dijual sangat mahal, sehingga penontonnya hanya orang Belanda. Sebelum muncul bioskop pertama di Indonesia, sekitar 2-3 tahun sebelumnya di Jakarta ada seorang Belanda dan seorang Perancis yang mulai membuat gambar hidup, berupa rangkaian foto yang disusun, yang biasanya diputar di taman Monas, depan stasiun atau pasar.
Di masa jaya perfilman Indonesia dulu, hampir setiap bioskop memutar film-film produksi Indonesia, sehingga memunculkan bintang film terkenal seperti Robby Sugara, Rima Melati, Soekarno M. Noor, Meriem Bellina, dan sebagainya.
Tahun 1990-an, bermunculan stasiun televisi nasional yang menyaingi keberadaan TVRI pelan-pelan membuat bioskop ditinggalkan penontonnya. Apalagi sejak munculnya teknologi VCD, pelan tapi pasti bioskop mulai bangkrut ditambah lagi dengan matinya perfilman nasional.
Kini, bioskop muncul kembali dengan teknologi sangat canggih. Volume penonton dibuat lebih sedikit dengan ruangan yang sangat nyaman. Tentu saja dengan tiket yang berharga mahal.
Apakah di kota Anda masih ada gedung bioskopnya?
wah jakarta yg baru berjibun.yang lama sedikit mulai tersisih.paling pasar minggu,senen,cempaka putih,tanjungpriok,depok……………
blue suka ke bioskop soalnya heheheh………….
salam hangat selalu
sekar, di Bukittinggi ada 3 bioskop:
Bioskop Eri khusus untuk film india, tapi sekarang sudah menjadi kios – kios penjualan pulsa..
Bioskop Sovia khusus untuk film indonesia, sekarang dipakai oleh pedagang makanan
Bisokop Gloria khusus film barat, sekarang menjadi barber shop
klo mau nonton..? lihat tv ajah
alhamdulillah masih ada satu di kotaku
itu udah ada sejak aku SD
Wahh…, disini gak ada bioskop lagi Sekar. Tenggelam sejak ada Video kaset, VCD dan DVD. Dulu bioskop memang ngetop karena jarang yg punya Video kaset, VCD or DVD.
Boleh dibilang gak laku lagi deh, mending nunggu VCD or DVD nya keluar
berkunjung
Bioskop jadul sudah semakin langka ya? cukup menyedihkan.
salam kenal, ini kunjungan pertama.
ditunggu balasan kunjungannya ya?
kita bertukar link? saya link dulu blog ini ditempat saya ya mbak.
salam..
Baru beberapa bulan yg lalu gedung bioskop di kota saya tutup, bangkrut mungkin. Al hasil saya mesti ke semarang jika pengin nonton.
salam kenal.
malah saya jarang nonton bioskop,,,,maklum cah ndesoo…
bioskop tempo dulu di bedakan laki sama cewe..tapi dulu juga ada layar tancap
jadi ingat film cut nyak dien dulu
Hah…di kuningan g da bioskop..kal mau nonto bioskop jauh bangt. Adanya d kota seblah… Ajakin aku maen k bioskop dunk laen kali… Masalahx q blum prnah k bioskop..he..he..
Salam knal teh..
duh sekarang bioskop kayak diatas udah jarang saya temuin lho…. mengingatkan kenangan2 masa kecil dulu…
Salam
Di desaku dulu ada satu… sekarang udah tutup
…. Malah sekarang banyak bertebaran bioskop modern
Sekarang pada milih nonton dirumah lebih nyaman ya nonton DVD atau VCD
haah udah gk aku temuin lagi bioskop kaya gitu…
apa justru emang gk prnah liat
masih deh kayaknya, bahkan sudah sangat ramai seperti jakarta… (maklum lama gak pulkam)
10 tahun di Jakarta, sekali pun blm pernah memasuki bioskop-nya. Lama gak nongol … mhn maaf lahir batin yo ndhuk!
Ada, cuma yang diputar lebih banyak film luar ya??? tanya kenapa???
mampir lagi… he he he he
Salam
bukannya sekarang bisokop sudah menjamur. angkanya saja 21 tapi jumlahnya buannyyaakkk …
Bioskop di kotaku udah nggak ada, jadi nonton dvd aja di rumah, tentu dengan film2 yang dah gak update lagi hiks….
ha ha ha, nonton saur sepuh yukzzzzz….
wkkkwkwkwk..jadul bgt ya..tapi bisa ne buat nostalgia, inget jaman kecil doeloe..
hhh keinget pertama kali ke bioskop ne ^^
lam nal
dari dulu bioskop ga pernah hilang………cuma brubah nama ajahhh…..
banyak banget… apalagi dulu masih ada nusantara di bilangan jatinegara, walaupun filmnya kebanyakan Indonesia seperti Brama Kumbara, etc, tapi keren abiss.. sayang cuma bioskopnya kini hanya tinggal kenangan..
sepertinya ngak ade matinye bioskop….. mungkin 20 tahun lagi mungkin.. disaat rumah sudah bisa menggantikan peran bioskop sepenuhnya…. *tapi sepertinya rada sulit
yup.. kotaku (solo) masih banyak bioskopnya.. emang sih semuanya tinggal ‘bioskop2 baru’ di mall-mall besar (ada 3 bioskop kayak’e) .. sedangkan bioskop2 lama udah pada bubar semua.. bioskop2 idolaku waktu kecil yg udah ilang antara lain: UP theatre, Dhady Theatre, Nusukan Theater, Rahayu Theater, dan Solo Theater..
kalo di Jakarta bioskop lama yang masih eksis kaya Bioskop Senen dan Bioskop Cikini yah…
bioskop Rivoli sudah punah yah?….
wah, kalo di Samarinda bioskopnya cuma ada 1, itu juga hanya 3 teater…filmnya kadang2 gak update…
mendingan Layar Tancap ah…
nonton film angling dharma…hehehehe
Bioskop tontona dulu … di daerah Tebet Jakarta Selatan ada 2 biskop, yaitu Viva dan Wira … kini sdh alm … hiks
saya orang kampung, ndak ada bioskopnya, bahkan sampe sekarang
ada tikus di bioskop
Salam hangat
kebetulan kemarin saya dan teman-teman juga sempat mendokumentasikan bioskop di Jogja.
Indra-Permata.